Penderitaan adalah bagian dari hidup di dunia yang telah jatuh dalam dosa. Alkitab tidak menyembunyikan kenyataan bahwa kita akan menghadapi banyak kesulitan dan cobaan. Namun, dalam penderitaan ini, kita diundang untuk menemukan pengharapan dalam Yesus Kristus. Dalam Roma 8:18, Rasul Paulus mengatakan, "Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita." Ini berarti penderitaan yang kita alami sementara di dunia ini tidak sebanding dengan kebahagiaan yang akan kita terima di surga.
Yesus sendiri mengalami penderitaan ketika Dia menderita dan mati di kayu salib untuk kita. Karena itu, kita memiliki Imam Besar yang dapat bersimpati dengan kelemahan kita karena Dia telah merasakan penderitaan itu sendiri (Ibrani 4:15).
Ketika kita menghadapi penderitaan, kita diajak untuk datang kepada Tuhan dengan iman yang teguh. Yakobus 1:2-4 mengingatkan kita untuk "menganggap sebagai suatu kebahagiaan apabila kita jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan" karena itu menguji iman kita dan memproduksi ketekunan. Percayalah, bahwa dalam setiap penderitaan, Tuhan sedang membentuk kita menjadi lebih serupa dengan Kristus dan Dia bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi-Nya (Roma 8:28).
Berpeganglah pada janji-janji Allah dan percayalah bahwa Dia selalu beserta kita di tengah penderitaan.